setengah isinya.....
KEGELISAHAN
Potensi manusia secara hakiki terbagi
atas dua, yaitu intelektual dan emosional. Itulah modal manusia dalam menjalani
hidupnya. Potensi itulah yang menjadi subtansi responsibilitas dari interaksi
manusia dengan lingkungan. Persoalannya entah nanti yang akan dimajukan
terlebih dahulu yang mana entah ditanggapi dengan intelektualitas terlebih
dahulu atau emosional terlebih dahulu.
Melihat dunia yang seperti ini dengan
segala kesemrawutannya dilihat manusia sebagai persepsi yang tertanamkan dalam
otak dan perasaan mereka. Kegelisahan merupakan manifesto dari perpaduan respon
otak dan perasaan. Dalam kegelisahan kita akan membandingkan kondisi ideal yang
ada dalam tataran gagasan manusia dengan kondisi yang dilihat oleh mata.
Kegelisahan bukan merupakan ketakberdayaan yang dimiliki setiap orang untuk
merasakan kekurangan dalam ketermajuan. Kegelisahan juga bukan pula atas
kekosongan seseorangan yang berada dalam kebingungan dalam melakukan apa, apa
yang harus dilakukan dan untuk apa melakukan itu.
Kegelisahan akan datang kapan saja
dimana saja. Kegelisahan akan datang secara intuitif akan tak perlu penjelasan
asalnya dari mana. Kegelisahan berada dalam ranah kesendirian. Kesenduan,
kepenatan, kesendirian, kebingungan adalah kawan-kawan kegelisahan. Kemunduran,
ekspetasi, ketertinggalan, kepincangan adalah manifestasi dari kegelisahan.
Kegelisahan merupakan satu step sebelum timbul pertanyaan “ gw harus melakukan
ini, itu……”. Kegelisahan niscaya akan timbul jika pengejewantahan diri terhadap
objek itu benar-benar masuk dalam – dalam.
